
Dengan penuh kasih sayang dan kehangatan sang Rembulan yang kesiangan berkata," Wahai Manusia maafkan aku cahayaku sudah meredup menerangi bumi ini". Selanjutnya Matahari di siang bolong berkata " Maafkan Aku jika sinarku membuat kalian menjadi berkeluh kesah".
Air yang mengalir melihat seorang wanita yang mencuci pakaian di pinggir sungai, dan Airpun berucap" Maafkan aku jika aku dan teman - temanku datang ke kediaman kalian dan membuat kalian kerepotan karena banjir.
Dan tatkala seorang petani, sedang menggarap sawahnya dan berkata " Mengapa sekarang tanah ini tandus dan gersang " Tanah pun menjawab pelan " Maafkan aku wahai manusia, telah membuat kalian kecewa"
Angin, Aku merasa bersalah terkadang teman-temanku hadir memporak - porandakan tempat kalian, sehingga kalian tak ada tempat berteduh.
Wahai Manusia...Aku Matahari dan sahabat- sahabatku, Bulan, Angin, Tanah, Air Gunung dan masih banyak lagi yang lain tidak bermaksud membuat kalian menjadi sulit, ini sudah menjadi fitrah kami, agar kalian menjadi Insan yang kuat dan bijak, sebagaimana takdir kalian sebagai khalifah atas kami, Pantaskah sumpah sarapah yang terucap di bibir kalian untuk kami semua.
Pernahkah kalian berfikir seperti itu, hanya sebagian kecil insan saja yang bisa belajar dan mengambil hikmah, sejujurnya kami tidak membutuhkan khalifah yang lembek dan berfikir kerdil yang menjadi pemimpin atas kami semua.
Sang Gunung berkata kepada sahabat-sahabatnya, Terkadang hatiku menjerit, karena banyak manusia yang membuat aku menjadi tak lebat lagi, mereka membuka lahan sembarangan tanpa melihat apakah layak atau tidak tempat itu, aku sebenarnya tidak keberatan untuk mereka tetapi terkadang manusia hanya memikirkankepentingannya saja, bahkan aku merasakan sekolompak gajah berlari - lari mencari tempat yang lebih baik, karena di tempat mereka sudah di gusur oleh manusia, seekor bayi gajah yang baru lahir terpaksa berlari lari sambil menangis bersama induknya untuk menyelamatkan diri ".
Sang Air pun tak mau ketinggalan , "Aku juga sering sebagai tempat limbahan dari orang- orang yang tak bertanggung jawab, sehingga aku menjadi penyebab penyakit dan virus bagi insan yang lain".
Sang Bulan berkata, " Wahai sahabat -sahabatku, janganlah kita bersedih hati atau berkeluh kesah, jika kita melakukan itu sama seperti manusia kebanyakan, Ingatlah fitrah kita dari Sang Pencipta seburuk kondisi apapun kita harus menerimanya, karena mungkin masih banyak manusia yang belum dewasa dan mengerti bahwa dia adalah pemimpin alam semesta ini, berilah mereka waktu untuk belajar dan memahami hakekat hidup mereka.
Wahai Sahabatku, jika Matahari, Bulan, Air, Tanah dan Alam semesta beserta isinya mau memaafkan kita, mengapa kita tidak mencoba memaafkan diri kita atas kesalahan yang pernah kita lakukan terhadap mereka bahkan sesama Insan.
Terkadang egois diri mencikik diri mu, terpenjara dalam keangkuhan dan kesombongan, atau tak pernah bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah mengkodratkan alam semesta tempat kita belajar menuju seorang Khalifah yang kuat dan Tegar.
Hanya sekadar berbagi aku teringat kata seorang ahli kitap, Jangan engkau sampai jatuh cinta kepada dunia, karena dunia itu seperti nenek - nenek yang sangat tua renta, yang di dandani seperti perawan nan rupawan, terpikat oleh kesemuan...banyak sekali insan yang berguguran mengejar kesenangan bahkan saat nafas terakhirpun yang terfikir adalah nikmatnya dunia, sehingga jatuh dalam penyesalan yang dalam dan berkepanjangan.
Tak perlu kau kejar, dan serakah untuk mendapatinya, tetapi belajarlah dari pengalaman dari orang -orang yang serakah agar engkau selamat.
hmmm...setelah aku menjadi dewasa baru aku dapat memahami sebenarnya arti dari ucapan sang ahli kitap, sulit memang untuk tidak mencintai dunia, yang mempunyai pesona memukau penuh kegemerlapan... memikat hati siapa saja, bila telah mengenal dunia dan mempunyai kesempatan untuk bercinta. Rasa takut tak memilikinya dan rasa kecewa karena tak dapat meraihnya.
Ya Allah, jangan jadikan kami insan yang cinta kepada Dunia, bimbingkan kami menjadi khalifah Mu sehingga dunia adalah alat buat kami menjadi insan yang Kaffah, Insan yang akan kembali karena Cinta kepada Mu.
Semoga dapat mencerahkan
by.Rhebay

Tidak ada komentar:
Posting Komentar